Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Samarinda Gelar Sosialisasi Pendidikan Politik bagi Pelajar SMP Negeri 7 Samarinda
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik.
SAMARINDA – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Samarinda melalui Bidang Politik Dalam Negeri kembali menyelenggarakan Sosialisasi Pendidikan Politik bagi Pelajar dengan tema “Membangun Kesadaran Politik dalam Proses Berdemokrasi di Indonesia” pada Rabu, 19 November 2025 di Mushola SMP Negeri 7 Samarinda, Jalan Kadrie Oening, Kelurahan Air Hitam.
Kegiatan dipimpin oleh Miftahurrizqa, S.E, Sekretaris Badan Kesbangpol Kota Samarinda, dan dihadiri sekitar 250 peserta yang terdiri dari jajaran guru, siswa-siswi SMP Negeri 7 Samarinda, pengurus OSIS, serta perwakilan KPU dan Bawaslu Kota Samarinda.
Sambutan dan Pembukaan
Kepala SMP Negeri 7 Samarinda, Hadi Rizani, M.Pd, membuka kegiatan dengan menekankan pentingnya pemahaman politik bagi pelajar sejak dini. Ia mengimbau seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan dengan tertib, mendengarkan materi, dan memanfaatkan kesempatan untuk menambah wawasan tentang demokrasi.
Beliau menyampaikan bahwa pendidikan politik sangat relevan karena siswa turut menjalankan praktik demokrasi melalui Pemilihan Ketua OSIS, yang merupakan miniatur pelaksanaan Pemilu sesungguhnya.
Pemaparan Materi Sosialisasi
Tiga narasumber utama memberikan materi inti mengenai politik, demokrasi, dan pemilu:
1️⃣ Miftahurrizqa, S.E – Sekretaris Badan Kesbangpol Kota Samarinda
Materi meliputi:
- Pemahaman politik sebagai cara mencapai tujuan bersama.
- Pentingnya membangun kesadaran politik sejak sekolah melalui pemilihan OSIS.
- Karakter pemimpin ideal: bertanggung jawab, amanah, berani membela kebenaran, adil, dan tidak otoriter.
- Proses memilih pemimpin mulai dari OSIS hingga ke Pemilu setelah memiliki KTP.
2️⃣ Firman Hidayat, S.Sos – Ketua KPU Kota Samarinda
Materi yang ditekankan:
- Demokrasi sebagai sistem kekuasaan tertinggi berada pada rakyat.
- Proses pemilihan OSIS sebagai miniatur Pemilu yang mengajarkan keadilan, kebebasan berpendapat, transparansi, serta tanggung jawab.
- Pentingnya memilih berdasarkan visi–misi, bukan karena popularitas atau tekanan.
- Hindari praktik jual beli suara.
3️⃣ Sugeng Prasetyo, S.Sos – Komisioner Bawaslu Kota Samarinda
Pokok materi:
- Peran Bawaslu dalam mengawasi proses demokrasi.
- Pengawasan di sekolah melalui panitia pemilihan OSIS.
- Pelajar sebagai generasi penerus harus mampu menyaring informasi, menghindari hoaks, dan menjaga etika dalam berdemokrasi.
- Penggunaan gawai secara bijak untuk mendukung literasi politik.
Diskusi dan Tanya Jawab
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi, siswa diberi kesempatan bertanya mengenai demokrasi, pemilu, peran KPU–Bawaslu, serta praktik kepemimpinan di sekolah. Antusiasme siswa menunjukkan tingginya minat dalam memahami proses politik.
Penekanan dalam Closing Statement
Para narasumber menyimpulkan bahwa:
- Berpolitik adalah cara mencapai tujuan bersama melalui proses yang adil dan demokratis.
- Pemilihan OSIS adalah miniatur Pemilu, sehingga siswa harus berpartisipasi aktif dan bertanggung jawab.
- Demokrasi di sekolah harus menjunjung keadilan, transparansi, partisipasi aktif, serta kebebasan berpendapat.
Penutup
Kegiatan selesai pada 11.45 WITA dan berjalan dengan aman, lancar, serta penuh antusiasme. Diharapkan kegiatan ini dapat membentuk pelajar yang memahami demokrasi, berintegritas, dan siap menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas. Arif / BK / SMD