Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Samarinda Gelar Sosialisasi Pendidikan Politik bagi Pelajar SMP Negeri 37 Samarinda
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik.
SAMARINDA – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Samarinda melalui Bidang Politik Dalam Negeri kembali melaksanakan Sosialisasi Pendidikan Politik bagi Pelajar dengan tema “Membangun Kesadaran Politik dalam Proses Berdemokrasi di Indonesia” pada Selasa, 18 November 2025 di Aula SMP Negeri 37 Samarinda, Jalan KH. Ahmad Dahlan, Kelurahan Sungai Pinang Luar, Kecamatan Samarinda Kota.
Kegiatan dipimpin oleh Miftahurrizqa, S.E, Sekretaris Badan Kesbangpol Kota Samarinda, dan diikuti kurang lebih 250 peserta terdiri dari jajaran guru, pengurus OSIS, serta pelajar SMP Negeri 37 Samarinda. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memberikan pemahaman demokrasi sejak dini serta menumbuhkan kesadaran politik generasi muda.
Sambutan dan Pemaparan Materi
Acara dibuka oleh Ibu Sadrina Ayu Mahardika, S.Pd selaku Wakil Kepala Kesiswaan SMP Negeri 37 Samarinda. Beliau menyampaikan apresiasi kepada Kesbangpol karena kegiatan Pendidikan Politik ini adalah yang pertama dilaksanakan di sekolah tersebut, serta berharap dapat menjadi agenda berkelanjutan untuk meningkatkan pemahaman siswa dalam berdemokrasi.
Materi disampaikan oleh:
- Miftahurrizqa, S.E – Sekretaris Badan Kesbangpol Kota Samarinda
- Arif Rakhman, S.Pd.I – Komisioner KPU Kota Samarinda
- Padlansyah, S.Sos – Komisioner Bawaslu Kota Samarinda
Pokok Materi yang Disampaikan
Para narasumber menekankan pentingnya:
- Demokrasi dari lingkungan sekolah, dimulai dari proses Pemilihan Ketua OSIS sebagai miniatur Pemilu.
- Hak dan kewajiban sebagai pemilih, termasuk keterlibatan perempuan dalam demokrasi minimal 30%.
- Karakter pemimpin berintegritas: jujur, berani, bertanggung jawab, adil, sopan santun, dan amanah.
- Peran penyelenggara pemilu dan pengawasan oleh Bawaslu untuk mencegah pelanggaran.
- Menangkal berita hoaks sebagai ancaman bagi demokrasi.
Kegiatan juga diisi sesi diskusi dan tanya jawab untuk menggali pemahaman dan pengalaman pelajar mengenai pelaksanaan demokrasi di sekolah.
Penutup
Dalam closing statement, disampaikan bahwa proses demokrasi harus dimulai dari lingkungan sekolah dan dipraktikkan melalui Pemilihan Ketua OSIS. Pelajar diharapkan menjadi generasi emas yang memahami demokrasi, beretika dalam berpolitik, dan siap memimpin bangsa di masa depan.
Kegiatan ditutup pada pukul 15.45 WITA dalam keadaan aman, tertib, dan penuh antusias. Arif / BK / SMD