Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Samarinda Selenggarakan Sosialisasi Pendidikan Politik bagi Pelajar SMP Negeri 35 Samarinda

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik.

2 bulan yang lalu Dilihat : 81 Kali
Share:
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Samarinda Selenggarakan Sosialisasi Pendidikan Politik bagi Pelajar SMP Negeri 35 Samarinda

SAMARINDA – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Samarinda melalui Bidang Politik Dalam Negeri kembali melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pendidikan Politik bagi Pelajar dengan tema “Membangun Kesadaran Politik dalam Proses Berdemokrasi di Indonesia.” Kegiatan digelar pada Rabu, 26 November 2025, bertempat di Aula SMP Negeri 35 Samarinda, Jalan Pirus, Kelurahan Bugis.

Acara dipimpin oleh Miftahurrizqa, S.E, Sekretaris Badan Kesbangpol Kota Samarinda, dan diikuti oleh sekitar 250 peserta, terdiri dari jajaran guru, staf sekolah, OSIS, serta pelajar SMP Negeri 35 Samarinda.

Sambutan Pembuka

Plt. Kepala SMP Negeri 35 Samarinda, Erhamsyah, M.Pd, membuka kegiatan dengan menekankan pentingnya pemahaman politik sejak dini, terutama menjelang usia wajib pilih pada 17 tahun. Ia berharap siswa benar-benar menyerap materi narasumber agar mampu menjadi pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab.

Pemaparan Materi Sosialisasi

1️⃣ Materi oleh Miftahurrizqa, S.E – Sekretaris Badan Kesbangpol Kota Samarinda

Pokok materi yang disampaikan meliputi:

  1. Politik sebagai cara mencapai tujuan bersama.
  2. Pentingnya kemampuan komunikasi, keberanian berbicara, serta karakter berintegritas bagi calon pemimpin.
  3. Demokrasi pada tingkat sekolah, seperti Pemilihan OSIS, merupakan pendidikan politik yang sangat penting.
  4. Setelah memiliki KTP, pelajar akan memasuki dunia Pemilu sesungguhnya: memilih Presiden, Legislatif, dan Kepala Daerah berdasarkan visi, misi, program kerja, dan karakter calon.

2️⃣ Materi oleh Yustiani, M.Pd – Komisioner KPU Kota Samarinda

Hal-hal yang disampaikan:

  1. Pemilih Pemula 2029 berasal dari usia 17 tahun, lulusan TNI/Polri yang pensiun, atau pelajar yang sudah menikah.
  2. Tahapan Pemilu dimulai tahun 2027: pendataan pemilih, pembagian dapil, penentuan TPS, pendaftaran calon, hingga logistik pemilu.
  3. Empat aktor utama Pemilu: KPU, Bawaslu, DKPP, dan Pemilih.
  4. Generasi muda harus melek media sosial dan mampu memilah informasi agar tidak menjadi korban hoaks.
  5. “Satu suara sangat berarti – jangan golput.”

3️⃣ Materi oleh Sugeng Prasetyo, S.Sos – Komisioner Bawaslu Kota Samarinda

Pokok materi:

  1. Pentingnya pengawasan Pemilu oleh Bawaslu dari kampanye hingga pencoblosan.
  2. Pelajar diharapkan mampu mengenali pelanggaran Pemilu dan melaporkannya.
  3. Pemimpin berintegritas harus dipilih berdasarkan karakter dan kemampuan, bukan karena popularitas semata.

Diskusi & Tanya Jawab

Para pelajar aktif bertanya mengenai peran penyelenggara Pemilu, kriteria pemimpin ideal, hingga proses demokrasi di sekolah. Antusiasme siswa menunjukkan tingginya minat generasi muda terhadap dunia politik.

Closing Statement

Narasumber menekankan bahwa:

  1. Pemilihan OSIS adalah pengalaman demokrasi yang sangat berharga bagi siswa.
  2. Melalui kegiatan ini, siswa belajar tentang hak suara, kebebasan memilih, tanggung jawab, serta partisipasi aktif.
  3. Pendidikan politik sejak dini membantu membentuk karakter pemimpin masa depan yang adil, bijak, dan berintegritas.

Penutup

Kegiatan Sosialisasi Pendidikan Politik SMP Negeri 35 Samarinda berlangsung hingga 11.30 WITA, berjalan aman, tertib, dan penuh antusias. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman politik siswa serta membentuk generasi muda yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045. (Arif / BK / SMD)

TINGGALKAN KOMENTAR