Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Samarinda Gelar Silaturahmi & Rapat Kerja Forum Pembauran Kebangsaan untuk Wujudkan Kota yang Aman dan Kondusif
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik.
SAMARINDA – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Samarinda melalui Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa kembali melaksanakan kegiatan Silaturahmi dan Rapat Kerja Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) se-Kecamatan Samarinda Utara, Sungai Kunjang, dan Samarinda Kota, dengan mengusung tema:
“Kebersamaan dalam Menciptakan Kondusifitas Keamanan di Kota Samarinda.”
Kegiatan ini berlangsung pada Senin, 1 Desember 2025, bertempat di Aula Kecamatan Samarinda Ulu, dan dipimpin oleh Ibu Ida Zuraidah, S.E, Kabid Ideologi, Wasbang & Karakter Bangsa. Acara diikuti oleh kurang lebih 50 peserta, terdiri dari jajaran FPK Kota, FPK Kecamatan, staf Kesbangpol, serta para tokoh etnis.
Penguatan Peran FPK untuk Keamanan dan Keharmonisan Kota
Dalam pembukaan, Ida Zuraidah, S.E menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi dan koordinasi untuk memperkuat program kerja FPK, mengingat FPK tingkat kecamatan baru dibentuk pada tahun 2024. FPK diharapkan mampu menyusun program strategis yang dapat membantu pemerintah menjaga stabilitas keamanan dan kelancaran pembangunan daerah.
Pemaparan & Dialog Bersama Pengurus FPK Kota Samarinda
Beberapa poin penting dari penyampaian para narasumber antara lain:
1. Penguatan Fungsi & Program Kerja FPK
Disampaikan oleh La Bia, S.H., M.Si, bahwa FPK merupakan forum yang diatur dalam Permendagri 34 Tahun 2006 untuk menjaga kerukunan di berbagai lini masyarakat. FPK Kota dan Kecamatan harus mampu:
- Menjaga stabilitas keamanan wilayah melalui koordinasi intens antar-etnis.
- Menjalankan rencana kegiatan strategis, termasuk rencana Kemah Kebangsaan 2026 di Makroman.
- Melakukan penjaringan informasi dan deteksi dini potensi konflik.
2. FPK sebagai Mitra Strategis Pemerintah
Joni Sinatra Ginting, S.E., S.H., M.H., M.AP menegaskan bahwa FPK adalah "underground" pemerintah—sejalan dengan FKUB dan FKDM—dalam menjaga kondusifitas dan mendukung pembangunan daerah. FPK berperan sebagai penyatu etnis serta pencegah gesekan sosial.
3. Menjaga Harmoni di Tengah Keberagaman
Menurut Drs. H. Teguh Winarno, M.Si, keberhasilan pembangunan dipengaruhi oleh sinergitas antar golongan. FPK yang beranggotakan berbagai suku dan budaya harus menjadi teladan dalam menjaga keharmonisan, sesuai amanat peraturan pemerintah.
4. FPK sebagai Wadah Pemersatu
Syamsuddin Arsyad, Dewan Pembina FPK, menekankan bahwa FPK didirikan untuk menyatukan berbagai paguyuban dan suku agar tidak terjadi gesekan yang berpotensi memicu konflik SARA. FPK harus mampu:
- Melakukan deteksi dini masalah sosial
- Menjaring aspirasi masyarakat
- Menggerakkan budaya gotong royong
- Menghadirkan program kerja berbasis budaya seperti pesta rakyat dan seni tradisional
Kesimpulan Rapat
- FPK berperan penting menjaga persatuan melalui dialog dan sinergi antar kelompok masyarakat.
- Rapat menghasilkan langkah strategis dalam memperkuat kerukunan dan mendukung pembangunan daerah.
- Permendagri 34/2006 menjadi fondasi utama pembentukan dan pelaksanaan tugas FPK.
- FPK adalah wadah pemersatu antar-etnis dalam mencegah konflik dan menjaga keamanan Kota Samarinda.
Penutup
Kegiatan Silaturahmi & Rapat Kerja FPK berjalan hingga 16.00 WITA dalam keadaan aman, tertib, dan penuh keakraban. Melalui kegiatan ini, diharapkan FPK semakin solid sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga keamanan serta mewujudkan Kota Samarinda yang harmonis dan kondusif.