Pupuk Nasionalisme Sejak Dini, Kesbangpol Samarinda Gelar Gerakan Cinta Tanah Air Bagi Pelajar SMP di Taman Makam Pahlawan
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik.
SAMARINDA – Rasa cinta tanah air dapat terus dijaga dan dipupuk dengan mengenal serta mengenang sejarah perjuangan bangsa. Berangkat dari semangat tersebut, Pemerintah Kota Samarinda melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar kegiatan Gerakan Cinta Tanah Air Bagi Para Pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Sederajat Kota Samarinda Tahun 2026 di area Taman Makam Pahlawan (TMP), Jalan Kesuma Bangsa, Kelurahan Dadi Mulya, Kecamatan Samarinda Ulu, Selasa (15/9/2026).
Kegiatan yang diinisiasi oleh Bidang Bina Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Karakter Bangsa Badan Kesbangpol ini diikuti oleh 80 pelajar perwakilan dari empat sekolah, yaitu SMPN 22 Samarinda, SMPN 35 Samarinda, SMP Al-Khairiyah Samarinda, dan MTs Negeri Samarinda, dengan didampingi masing-masing guru pendamping serta mendapat dukungan dari mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT).
Rangkaian acara dibuka secara resmi oleh Sekretaris Badan Kesbangpol Kota Samarinda, Miftahurrizqa, S.E., mewakili Kepala Badan Kesbangpol, didampingi Kepala Bidang Bina Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Karakter Bangsa, Ida Zuraidah, S.E., serta Analis Kebijakan Program, H. Basuki Zakaria.
Dalam sambutannya, Sekretaris Badan Kesbangpol Miftahurrizqa, S.E., menegaskan bahwa para pelajar merupakan generasi penerus yang kelak menentukan masa depan pembangunan Indonesia.
"Cinta tanah air tidak hanya diwujudkan melalui kata-kata, tetapi juga melalui tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari: belajar dengan sungguh-sungguh, menghormati guru dan orang tua, menjaga persatuan, menghargai perbedaan di tengah keberagaman, melestarikan budaya daerah, serta menaati aturan," pesan Miftahurrizqa.
Kegiatan diawali dengan ziarah dan tabur bunga di makam para pahlawan nasional serta tokoh pembangunan Kalimantan Timur yang dipandu oleh panitia, antara lain makam Aminah Sjoekoer, H.M. Ardans, Kadrie Oening, Ahmad Amin, Anwar Chanani, dan Waris Husein. Di setiap pusara, para siswa mendapatkan ulasan biografi singkat mengenai rekam jejak perjuangan dan dedikasi para tokoh tersebut.
Keseruan berlanjut pada sesi edukasi interaktif dan permainan kebangsaan, meliputi:
-
Permainan Puzzle Lambang Sila Pancasila: Peserta menyusun potongan puzzle lambang sila Pancasila dengan presisi, lalu mempresentasikan makna dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
-
Tebak Nama dan Gambar Pahlawan Nasional: Mengasah daya ingat dan wawasan sejarah para pelajar mengenai puluhan wajah dan biografi pahlawan kemerdekaan Republik Indonesia.
-
Explore Kaltim: Permainan interaktif lempar bola antarsekolah untuk menguji pengetahuan mengenai kekayaan budaya lokal, suku, kuliner tradisional, adat istiadat, serta kearifan lokal Kalimantan Timur.
-
Kuis Tarik Tambang Digital Pancasila: Kompetisi cerdas tangkas virtual berbasis komputer yang menyajikan soal-soal seputar Pancasila, Wawasan Kebangsaan, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan pengetahuan umum kenegaraan.
Rangkaian kegiatan yang berlangsung hingga pukul 12.00 WITA tersebut ditutup dengan pengisian kuesioner evaluasi dan menyanyikan bersama lagu wajib nasional Bagimu Negeri. Melalui perpaduan antara ziarah sejarah dan metode belajar menyenangkan (edutainment), kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan dorongan semangat, kegembiraan, serta membentuk karakter generasi muda Kota Samarinda yang berjiwa patriotik dan berwawasan kebangsaan kokoh.