Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Samarinda Gelar Sosialisasi Pendidikan Politik bagi Pelajar SMP Negeri 22 Samarinda
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik.
SAMARINDA – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Samarinda melalui Bidang Politik Dalam Negeri kembali menyelenggarakan Sosialisasi Pendidikan Politik bagi Pelajar dengan tema “Membangun Kesadaran Politik Dalam Proses Berdemokrasi di Indonesia.” Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 28 November 2025 di Aula SMP Negeri 22 Samarinda, Jalan Pahlawan No.36, Kelurahan Dadi Mulya, Kecamatan Samarinda Ulu.
Acara dipimpin oleh Miftahurrizqa, S.E, Sekretaris Badan Kesbangpol Kota Samarinda, dan dihadiri sekitar 250 peserta, terdiri dari guru, jajaran OSIS, pelajar, serta staf Kesbangpol, KPU, dan Bawaslu Kota Samarinda.
Sambutan Pembuka
Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, Ibu Ruslina, M.Pd, membuka kegiatan dengan menyampaikan apresiasi kepada Kesbangpol. Beliau menegaskan bahwa ini adalah kegiatan Pendidikan Politik pertama di SMPN 22 dan diharapkan menjadi agenda rutin untuk meningkatkan edukasi pelajar.
Ia juga menekankan pentingnya pelajar memahami politik sejak dini sebagai bekal masa depan.
Pemaparan Materi Sosialisasi
1️⃣ Materi oleh Miftahurrizqa, S.E – Sekretaris Badan Kesbangpol Kota Samarinda
Beberapa poin utama:
- Pemimpin harus berani berbicara di depan publik dan mampu menjaga visi & misi.
- Politik adalah cara mencapai tujuan bersama—pelajar perlu memahami hal ini sejak dini.
- Pemilihan OSIS merupakan miniatur demokrasi dan keterlibatan perempuan 30% harus terus dijaga.
- Pemimpin harus memiliki karakter: jujur, berani, bertanggung jawab, adil, amanah, dan sopan.
- Contoh kebijakan pemerintah seperti Probebaya dan Gaspol menunjukkan hasil proses demokrasi.
2️⃣ Materi oleh Arif Rakhman, S.Pd.I – Komisioner KPU Kota Samarinda
Highlight materi:
- Demokrasi tidak hanya untuk negara, tetapi dimulai dari sekolah melalui Pemilihan OSIS.
- Keterwakilan perempuan minimal 30% telah terpenuhi pada pemilihan OSIS di sekolah.
- Pemilih pemula 2029 terdiri dari siswa yang telah berusia 17 tahun atau sudah memiliki KTP.
- Tahapan Pemilu: pendataan pemilih, pendistribusian logistik, hingga penghitungan suara.
- Pemilu berjalan karena adanya KPU, Bawaslu, DKPP, Partai Politik, serta keterlibatan pemilih.
3️⃣ Materi oleh Abdul Muin, S.Sos., M.H – Ketua Bawaslu Kota Samarinda
Beberapa poin penting:
- Demokrasi adalah sistem kekuasaan rakyat; rakyat memilih dan mengawasi jalannya pemerintahan.
- Kesadaran politik meliputi pemahaman hak & kewajiban warga negara dan dampak kebijakan pemerintah.
- Ancaman: politik uang, hoaks, dan manipulasi publik.
- Partisipasi aktif: memilih saat Pemilu, menjadi relawan demokrasi, mengawasi TPS, mengikuti diskusi publik.
- Pendidikan politik membantu pelajar memahami nilai demokrasi, bahaya radikalisme, dan cara menyampaikan kritik yang santun.
Diskusi dan Tanya Jawab
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi yang diikuti secara antusias oleh peserta. Banyak siswa menanyakan peran pemimpin, mekanisme Pemilu, hingga logistik pemilihan.
Closing Statement
Beberapa pesan kunci yang disampaikan narasumber:
- Pemimpin terpilih harus berpihak kepada masyarakat.
- Pemilu berjalan karena adanya penyelenggara (KPU, Bawaslu, DKPP) dan partisipasi rakyat.
- Pelajar memiliki peran penting dalam masa depan demokrasi: memahami politik, menolak hoaks, menolak politik uang, dan menjaga etika berpendapat.
Penutup
Kegiatan selesai pada 11.30 WITA dalam suasana aman, tertib, dan penuh semangat. Sosialisasi ini diharapkan mampu memperkuat pemahaman politik pelajar serta mencetak generasi muda yang cerdas, kritis, dan berintegritas. (Arif / BK / SMD)